Khasiat Daun Wungu / Daun Handeuleum Untuk Sembuhkan Wasir/Ambeien

Khasiat Daun Wungu / Daun Handeuleum untuk sembuhkan penyakit Wasir/Ambeien

Daun Ungu (Graptophyllum pictum) atau nama lainnya Demung, Tulak, Wungu (Jawa); Daun Temen-temen, Handeuleum (Sunda), Temen (Bali); Karotong (Madura), Daun Putri, Dongora (Ambon); Kobi-kobi (Ternate); termasuk tumbuhan tumbuh liar dipedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat, daun ungu cocok tumbuh didaearah dataran rendah sampai ketinggian 1250 meter di atas permukaan laut.

Sekarang ini sudah ada beberapa obat herbal yang merupakan hasil ekstrak daun Handeuleum / daun Wungu ini. Daun Wungu ini merupakan salah satu obat herbal alami untuk penyakit ambeien.

Daun Wungu / Daun Handeuleum

Bila Anda ingin tahu cara alami hilangkan ambeien dengan bahan alami adalah dengan daun wungu ini, dan berikut ini beberapa pengakuan dari penderita ambeien yang berhasil mengobati wasir dengan bahan alami ini.

SUDAH 10 tahun ia disiksa ambeien / wasir. Tubuhnya kurus. Kalau ia ke belakang, kotorannya bercampur darah (buang air besar keluar darah).
R. Memed, bekas pamong di Depok yang pensiunan itu akhirnya setahun lalu menemui dr Y.M. Sugiarta, 35 tahun, yang sehari-harinya bertugas di Rumah Sakit Jiwa Bogor dan sore hari buka praktek pribadi.

Borraginol dan Essaven (keduanya obat wasir) diberikan dokter itu kepadanya. Namun penyakitnya membandel. Sugiarta kemudian mengirimnya ke Rumah Sakit Palang Merah Indonesia, Bogor. Di situ operasi yang direncanakan untuk mengenyahkan wasirnya tak bisa dilaksanakan karena keadaan tubuhnya yang sangat lemah. Ia kembali ke rumah.

“Saya tak bisa tidur memikirkan Pak Memed,” kisah dr Sugiarta, yang akhirnya teringat pada daun handeuleum (Praptophyllum L. Griff) sebagai obat wasir tradisionil yang populer di Temanggung, Jawa Tengah. Dokter lulusan Universitas Gajah Mada itu berangkat ke sana mencari daun itu yang panjangnya rata-rata 15 dan lebar 7 cm.

Daun itu harus direbus 7 lembar dan dicampur gula aren. Air rebusan sebanyak 3 gelas dibiarkan mendidih terus hingga tinggal hanya 1 gelas. Inilah yang harus diminum tiap hari.

Pasien Memed mencobanya tiga hari berturut-turut, dan pendarahannya ternyata berhenti. Tiap dua hari sekali (selama sebulan) Sugiarta meneliti pasiennya. Ambeinnya mengecil dan baik.

Sugiarta bercerita pada Bachrun Suwatdi dan TEMPO bahwa dalam setahun ini sudah 16 penderita wasir yang datang berobat kepadanya. Sepuluh di antara mereka penderita kelas berat (sudah mencapai wasir stadium 3). Semua tertolong.

“Ternyata rebusan handeuleum tidak membawa efek samping,” ulas dokter itu.

Untuk Penghijauan Sugiarta masih ingin mengetahui apa yang dikandung daun tersebut dan bagaimana cara kerjanya, hingga bisa menciutkan wasir yang sudah parah. Ia menghimbau para peneliti supaya memberikan perhatian.

“Kalau nanti memang ternyata ampuh untuk wasir, saya berniat mengusulkan kepada pemerintah daerah Bogor agar mengadakan penghijauan dengan pohon ini,” katanya.

Maksudnya, supaya daun itu gampang diperoleh. Menurut Herbarium Bogor, tumbuhan itu banyak terdapat di daerah Jawa Barat, khususnya Sukabumi Selatan. Daunnya yang muda sering juga digunakan penduduk sebagai bahan makanan. Pada upacara menuai padi. Handeuleum ini digunakan pula sebagai pelindung sajen di sawah. Sugiarta mulai mengenal khasiat daun ini di perkebunan tembakau di Temanggung, bekas milik orang Perancis.

Rupanya orang Perancis itu menitipkan pohon handeuleum yang bibitnya dibawa dari luar negeri. Wasir pada tingkat gawat biasanya ditolong dengan operasi, demikian dr Ibrahim Ahmadsyah, ahli bedah di RS Cipto Mangunkusumo. Ia tidak spontan menyambut pengobatan dengan daun handeuleum.

“Pernah juga ada yang memperkenalkan obat wasir yang dibuat dari tinja semut. Setelah dicoba pada 60 pasien, ternyata hanya mampu melancarkan buang air besar. Sedang wasirnya tidak,” katanya.

Sibuk Comfrey Drs B. Dzulkarnain, staf ahli penelitian dan pengembangan Depkes, dosen luar biasa di jurusan farmasi FIPIA-UI dan Ketua Himpunan Peneliti Bahan Obat Alam, menyambut gembira penemuan dokter di Bogor itu. Namun ia sendiri belum sempat langsung turun ke laboratorium untuk memeriksa daun handeuleum. Banyak waktunya masih terpakai untuk meneliti daun comfrey yang ramai sampai sekarang. Tapi diketahuinya handeuleum “tidak mengandung racun.” Comfrey yang diduga bisa menyembuhkan kanker masih diperdebatkan para ahli.
Kalau memang benar berkhasiat, handuleum bermanfaat ganda.
Pertama harganya murah.
Kedua, biaya operasi wasir — mencapai Rp 100.000 — bisa dihematkan.

Sumber: TempoInteraktif http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1979/05/26/KSH/mbm.19790526.KSH54629.id.html

Daun Handeuleum / Daun Wungu

Gara-gara warna daunnya, ia sohor dengan nama daun ungu. Menyebut namanya, ingatan langsung tertuju pada wasir atau ambeien. Secara turun-temurun, anggota famili Acanthaceae itu memang mujarab mengobati penyakit akibat membengkaknya bibir anus itu. Daun ungu tak cuma tokcer mengatasi ambeien, tetapi juga berkhasiat antiinflamasi, antiplak gigi, dan mencegah sakit ketika menopause.Reputasi daun ungu sebagai antiwasir tak perlu diragukan. Lihat pengalaman H Ahmad (bukan nama sebenarnya) yang 2 tahun mengidap wasir. Dengan konsumsi rutin segelas rebusan daun ungu 2 kali sehari, wasirnya menyingkir. ‘Daun ungu mengandung pektin untuk mengembangkan saluran cerna, sehingga mempermudah defekasi dan tak menimbulkan luka atau peradangan,’ ujar Prof Dr Sumali Wiryowidagdo Apt, guru besar Farmasi Universitas Indonesia.

Daun ungu Graptophyllum pictum itu bersifat antiinflamasi alias antiperadangan. Itu amat pas untuk ambeien yang mengalami pembengkakan. Idha Kusumawati S.Si Msi Apt, periset Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, membuktikan kemujaraban daun ungu sebagai anti-ambeien. Ia menguji anti-inflamasi dengan metode pengukuran edema pada telapak kaki tikus. Tentu saja sebelumnya ia menginduksi 0,05 ml suspensi karagen-pemicu bengkak-pada kaki satwa pengerat itu.

Sejam pasca induksi, tikus yang diberi 29,904 mg ekstraksi etil asetat daun ungu per 200 g bobot tubuh menunjukkan bengkaknya mengecil. Demikian juga tikus yang diberi 376,488 mg ekstrak daun ungu, sembuh dalam hitungan jam.

Anti Hermorrhoid
Wasir atau hemorrhoid merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau pembesaran pembuluh vena di bagian terbawah poros usus, baik di sisi dalam maupun di sisi luar anus. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan seperti bisul berwarna merah kebiru-biruan atau kehitaman. Ada dua tipe wasir yang lazim dikenal, wasir dalam (internal hemorrhoid) dan wasir luar (external hemorrhoid).

Menurut dr Ekky M Rahardja MS SpGk, Spesialis Gizi Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, wasir bisa disebabkan karena kurang mengkonsumsi serat. Ini mengakibatkan susah buang air besar (konstipasi), hingga penderita kerap mengejan. Pola defekasi yang tidak teratur pun serta jarangnya olahraga menjadi faktor pememicu timbulnya wasir.

Khasiat daun ungu sebagai anti-hemorrhoid sendiri dibuktikan oleh Prof dr H Sardjono Oerip Santoso dari Farmakologi FKUI. Sebanyak 9-10 gram daun ungu segar kemudian direbus dalam 2 gelas air (600 cc) sampai menjadi 1 gelas rebusan dan diminum tiap hari 1 kali. Lima hari kemudian, efek yang ditimbulkan oleh gejala hemorroid seperti nyeri, pendarahan, dan panas hilang tak berbekas.

Dr JM Sugiarto pun tak mau ketinggalan memberikan bukti. Konsumsi 1 gelas rebusan daun ungu selama dua bulan berturut-turut ternyata bisa membebaskan penderita dari gangguan wasir. Berkat daun ungu, pengidap ambeien tak perlu lagi mengkonsumsi obat-obatan jenis phlebodinamic seperti radium dan daflon. Obat itu lazim diresepkan dokter untuk melancarkan sirkulasi darah di daerah anus serta menghilangkan bengkak, tonjolan, dan pendarahan.

Analgesik
Tak hanya itu kemampuan yang dimiliki oleh daun ungu. Sebagai analgesik pun, khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai anti inflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.

Efek analgesik tersebut ditunjukkan dengan terjadinya penurunan nilai ambang nyeri setelah pemberian ekstrak alkaloid pada dosis 1,5, 3, dan 6 mg/kg. Menurut trio peneliti tersebut kemampuan efek analgesik dan anti inflamasi fraksi alkaloid dari ekstrak etanol daun ungu ampuh menurunkan nilai ambang nyeri pada dosis 3 mg/kg bobot tubuh. Itu setara dengan pemberian aspirin dengan dosis 125 mg/kg bobot tubuh. Hal ini berkat kemampuan alkaloid daun wungu dalam menghambat pembentukan prostaglandin.

Gebrakan daun ungu tak hanya berhenti sampai di situ. Penelitian yang dilakukan oleh drg Endang Wahyuningtyas MS SpPros dari Jurusan Ilmu Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi UGM, menyimpulkan daun ungu bermanfaat untuk sanitasi gigi palsu. Penelitian yang menggunakan 40 sampel gigi tiruan arkrilik dibagi dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% daun ungu dan direndam selama 15 menit. Setelah dipakai oleh pasien selama 4 jam, gigi palsu itu kemudian dibilas dan diperiksa. Hasilnya, daun ungu berkhasiat mencegah pertumbuhan bakteri mutan streptococcus, cendawan, dan mencegah pertumbuhan plak.
Penelitian tersebut merekomendasikan bahwa pencegahan terbaik untuk menghambat plak, bakteri, dan cendawan terjadi pada konsentrasi kandungan daun ungu sebanyak 40%. Daun ungu ternyata mengandung berjuta manfaat.

Sumber: Unknown

Semoga Anda bisa menghilangkan benjolan wasir secara alami dengan daun wungu ini. Semoga bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Jual Kue Lebaran



>> KLIK <<