Buah Merah Melawan HIV dan Kembalikan Sistem Imun


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Buah Merah melawan HIV dan Kembalikan Sistem Imun

Berikut ini salah satu khasiat dari buah merah yang dulu terdengar nyari bisa mengobati penyakit HIV, berikut ini adalah salah satu laporan dari trubus [1] mengenai khasiat buah merah terhadap penyakit HIV. Dan hanyak milik Allah semata segala kesembuhan, semoga ini menjadi salah satu wasilahnya.

Anda bisa beli Minyak Buah Merah Kapsul di sini ← Klik!

Foto Buah Merah Papua

Sementara orang-orang hirukpikuk menyambut malam pergantian tahun, ia tergolek lemah di atas pembaringan. Human Immuno Virus (HIV) bercokol di tubuhnya menyebabkan ia bagai tanpa tulang. Virus itu merontokkan sistem kekebalan tubuh. Derita itu terasa kian sempurna saat malam menua, perutnya sakit tak terperikan. Rutin mengkonsumsi ekstrak buah merah, penderitaan itu berakhir sudah dan kini menjadi kenangan pahit.

Mahendradata — yang bersangkutan enggan disebut namanya—ingat persis tanggal itu: 31 Desember 2003. penghujung tahun yang memilukan. Sakit di perut sebelah kanan tak tertahankan. Sang ibu lantas membawanya ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Setelah menjalani rontgen, dokter menyatakan ia mengalami apendisitis kronis dan harus segera dioperasi. Operasi dilangsungkan 3 hari setelah malam pergantian tahun. Dengan kondisi badan lemah, pria 31 tahun itu menjalani sayatan pisau di perutnya.

Belum kering luka itu, ia harus menerima satu kenyataan pahit. Badan yang kurus kering ditambah kulit kasar dan besisik. Karena itulah dokter menyarankan ia untuk cek darah. Sepuluh hari waktu yang sangat menegangkan bagi eksekutif muda itu untuk mengetahui hasil pemeriksaan darahnya. Bagai petir di siang hari, virus HIV mengalir dalam darahnya dan akan selalu menggerogoti daya tahan tubuhnya.

Narkotika

Vonis itu membawa pikirannya berkelana ke masa lalu. Sepenggal masa lalu yang kelam seperti hadir lagi. Saat itu ia terjerembap dalam dunia NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). “Lingkunganlah penyebab semua itu terjadi,” ujar ibunda Mahendradata. Awalnya dia hanya menggunakan ekstasi, lalu shabu pun disentuhnya.

Ia sempat menjauhi serbuk laknat itu tatkala gelar sarjana diperolehnya. Namun, itu tak berlangsung lama. Saat ia bekerja, kebiasaan buruknya kembali datang. Apalagi saat itu ia bisa memperoleh uang sendiri. Tak hanya itu, pub dan diskotek pun menjadi langganannya tiap malam. “Kalau sudah ke sana, bir atau arak pasti dipesannya,” tambah ibu 2 putra itu. Dari sanalah ia mengenal kembali benda haram itu.

Kebiasaan yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun itulah yang mengundang HIV hadir di tubuh. Akibatnya bobot tubuh anjlok menjadi 72 kg. Padahal sebelumnya mencapai 97 kg. Staminanya tidak seprima dahulu. “Ia mudah lelah dan wajahnya selalu pucat,” tutur sang ibu.

Buah merah

Mahendradata mencoba mengatasi virus maut itu dengan rajin berobat ke dokter. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Stamina tetap drop dan lemah. Aktivitasnya dibatasi oleh lemahnya kondisi tubuh. Tak hanya Mahendradata yang merasakan kepedihan itu. Orang tuanya pun turut merasakannya. Secercah harapan itu muncul saat mereka hendak pulang ke sebuah kota di Jawa Barat. Sebuah media yang ia beli memuat artikel tentang buah merah asal Papua yang mampu menyembuhkan HIV/ AIDS. Ia pun lantas menyampaikannya kepada suaminya yang seorang dokter. Antara percaya dan tidak, suaminya pun menyarankan untuk mencobanya.

Tak dinyana, kurang dari 2 bulan setelah minum buah merah dengan dosis 3 kali sehari efeknya mulai terasa. Bobot tubuh Mahendradata terus meningkat. Staminanya kian fit. Meski demikian saat mengkonsumsi Pandanus conoideus ia mengalami diare. Menurut dokter pribadinya itu akibat operasi yang dijalaninya. Percernaannya belum bisa menerima makanan sehingga selalu keluar melalui feses.

Sebelumnya, luka yang dialaminya akibat operasi membuatnya mengalami nyeri yang berkepanjangan. Itu karena darahnya mengandung virus sehingga membuat luka lama kering. Namun, kini ia merasakan nyeri di perutnya semakin berkurang setelah rutin meminum buah merah secara rutin.

Hingga saat ini ia masih mengkonsumsi obat dokter berupa pil antivirus dan minyak buah merah. Dengan dosis 3 kali 1 hari satu sendok makan Lebih dari 5 botol buah merah yang dibeli dari produsen langganannya telah dicobanya. Konsumsi itu dikombinasikan dengan multivitamin—vitamin C dan penambah stamina—beserta makanan bergizi.

“Untuk menjaga staminanya, makanan yang tinggi protein harus selalu disantapnya,” ujar ibunda Mahendradata. Sehari minimal 3 telur ayam harus dikonsumsi untuk memenuhi nutrisi protein. Belum lagi jus buah-buahan dan sayur mayur yang rutin dikonsumsi. Meski saat ini kondisinya kian membaik, setiap 2 minggu ia harus rutin cek darah ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya.

Dengan usaha dan keyakinan untuk sembuh, kondisi Mahendradata kian membaik. Kini tak lagi hari-hari dilaluinya di pub atau diskotek, tapi lebih banyak diluangkan di rumah ibadah dekat rumahnya. (Dewi N Permas)

HIV, Virus Penghancur Kekebalan

“HIV merupakan virus penggempur sistem kekebalan tubuh,” ujar Willie Japaries, konsultan Terapi dan Akupuntur di Klinik Sehat Sentosa di Jakarta Timur. Ketika virus jahat itu masuk dalam tubuh, tak tampak gejala sakit, sehingga orang yang terinfeksi tampak segar bugar. “Bisa jadi selama 10 tahun setelah terinfeksi, virus hadir tanpa menunjukkan gejala, tergantung perilaku hidupnya,” ujar Putu Oka Sukanta, pimpinan Pusat Ikatan Naturopatis Indonesia. Ketika CD4—nama lain Cel Helper atau sel T-4 salah satu jenis daya tahan tubuh (limphosit)—mulai berkurang jumlahnya, maka muncul gejala penyakit oportunistik—penyakit timbul karena virus/bakteri ada kesempatan masuk akibat daya tahan tubuh menurun—seperti batuk, flu, diare yang susah disembuhkan.

Akibat daya tahan tubuh menurun, berbagai penyakit pun muncul. Pada akhirnya pasien akan beralih pada fase AIDS karena banyaknya penyakit oportunistik ini. “Minimal 2 penyakit oportunistik datang, bisa dikatakan si pasien itu menderita AIDS,” ujar Putu menambahkan. HIV menular melalui aliran darah dan cairan berupa air mani atau sel telur. “Sedikit sekali kemungkinan disebabkan oleh air liur,” ujar Willy menambahkan.

Untuk memastikan positif HIV, seseorang harus melakukan tes laboratorium. Tes ELIZA (Enzyme Link Immuno Sorbent Assay) biasa dilakukan untuk mendeteksi virus dalam tubuh. Apabila CD4 dalam darah di atas 1.000 bisa dikatakan daya tahan tubuh seseorang masih tinggi. Jika di bawah 1.000 patut dicurigai terkena HIV,” ujar Putu.

Penderita HIV dianjurkan menyantap makanan lunak dan banyak cairan, seperti buah, sayuran, jus, sup, dan puding. Menurut R. Broto Sudibyo, herbalis asal Yogyakarta, orang yang terkena HIV dianjurkan memakan sayuran pahit seperti sambiloto dan pare. Karena kedua sayuran itu sangat baik untuk mengembalikan stamina yang lemah. Yang sangat penting bagi penderita HIV adalah memotivasi diri sehingga jangan sampai jiwanya drop. (Dewi N Permas)

[1] http://www.trubus-online.co.id/buah-merah-kembalikan-kekebalan-tubuh/

KLIK Beli Kapsul Buah Merah Kapsul di sini

Comments

You may also like...

Leave a Reply