Seledri, Menurunkan Darah Tinggi secara Alami


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Seledri, salah satu sayuran yang sudah sering kita lihat di dapur, nama latinnya “Apium graveolens, Linn”, bau seledri sangat khas dan sayur ini identik dengan sayur sop.

seledri antihipertensi menurunkan darah tinggi

Nama seledri di daerah lain, seledri (Jawa), Saledri (Sunda), daun sop, celery (inggris), Kintsay (Filipina)

Kingdom : Plantarum
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Umbelliferales
Famili : Umbelliferae
Genus : Apium
Species : Apium graveolens L.

Perkebunan seledri di Indonesia, di antaranya ada di Brastagi (Sumatra Utara), dan sekitaran Pacet, Pangalengan, Cipanas (Jawa Barat), bisa diperbanyak dengan melalui biji atau pemindahan anak rumpun.
Dipanen sekitar 6 minggu setelah penanaman.

Khasiat Seledri

– Antiseptik dan anti-inflamasi
– Menurunkan tekanan darah (hipotensif atau antihipertensi)
– Antirematik
– Diuretik (meluruhkan air seni)
– Sedatif (Penenang)

Efek antihipertensi pada Seledri
Khasiat seledri salah satunya adalah menurunkan tekanan darah (antihipertensi atau hipotensif). Pada sebuah percobaan perfusi pembuluh darah menunjukkan apigenin mempunyari efek sebagai vasodilator perifer yang berhubungan dengan efek hipotensifnya. Dan pada percobaan lainnya menunjukkan efek hipotensif seledri berhubungan dengan integritas sistem saraf simpatik (Mun’im, A. & E. Hanani, 2011)

Penelitian terbaru tentang seledri sebagai obat darah tinggi menunjukkan efek etanol seledri berpengaruh untuk menurunkan tekanan darah pada laki-laki dewasa dengan perbedaan yang cukup signifikan dari 116,02 / 74,79 mmHg menjadi 109,40 / 70,20 mmHg. Penelitian yang dilakukan oleh Oddy Litanto (2010) dari Universitas Maranatha, Bandung, menghasilkan kesimpulan bahwa ekstrak etanol sendiri dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

Kombinasi Herbal Seledri

Interaksi seledri dengan obat-obatan antikoagulan seperti aspiri, dalteparin, dan warfarin dapat meningkatkan efek antikoagulan yang berarti meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.
Interaksi dengan obat tetrasiklin dan klorpromazin berpotensi meningkatkan fotosensitivitas.

Efek Samping Seledri

Efek samping: Pemakaian pada dosis tinggi dapat menyebabkan hipotensi (> 400 g).
Penggunaan tidak dianjurkan pada masa kehamilan karena dapat menyebabkan pendarahan rahim dan konstraksi otot rahim.

Pada beberapa kasus, buah seledri dapat memicu alergi seperti gatal-gatal dan peradangan kulit, mempengaruhi siklus menstruasi, dan bisa memperlambat sistem saraf sehingga menimbulkan gejala seperti mengantuk.

Jika Anda mencari obat herbal darah tinggi, klik http://herbal-online.web.id/darahtinggi

Comments

You may also like...

Leave a Reply