Khasiat Daun Sukun


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Sukun, biasanya dimanfaatkan bagian buahnya. Bagian tersebut biasa diolah menjadi kripik, bahkan ada yang memanfaatkannya sebagai bahan roti hingga camilan lain. Kali ini kita bukan akan membahas tentang buah yang beragam jenis olahannya. Kali ini kita akan sedikit membahas tentang Daun Sukun.

Ya! Daun sukun ini juga dapat dikonsumsi, tentunya setelah mengalami beberapa pengolahan terlebih dahulu. Dan kabar baiknya, Daun Sukun memiliki banyak khasiat yang amat baik untuk kesehatan. Berikut ini beberapa penjelasan bersumber dari Buku Daun Ajaib sebagaimana dilansir pertanianku.com.

  1. Antidiabetes

Riset yang dilakukan oleh Nublah dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan bahwa daun sukun bersifat antidabetes. Ia menguji pemberian ekstrak daun sukun pada tikus jantan galur wistar yang diberi glukosa monohidrat sehingga mengalami hiperglikemia alias kadar gula darah tinggi. Pemberian 1,35 g glukosa monohidrat per 200 g bobot badan menyebabkan kadar gula darah tikus naik dari 88,95 mg/dl menjadi 173,95 mg/dl.

Selanjutnya Nublah mengekstrak daun sukun dengan pelarut kloroform bersifat nonpolar dan metanol, bersifat lebih polar. Ia juga merebus 50 g daun yang dikeringkan di bawah sinar matahari dalam 2 l air menjadi 1 l. Semua bahan tersebut diberikan pada tikus percobaan masing-masing 150 mg per kg bobot badan pada menit ke-70 pascapemberian pemantik diabetes dan mengamati hasilnya.

Riset menunjukkan pada menit ke-120 air rebusan mampu menurunkan kadar gula darah dengan lebih baik (102,80 mg/dl) dibandingkan dengan ekstrak kloroform (114,20 mg/dl) dan metanol (123,80 mg/dl). Pemberian hasil fraksinasi air rebusan daun sukun juga menunjukkan hal yang sama. Hal tersebut membuktikan bahwa daun sukun dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes. Senyawa yang berperan sebagai pengontrol gula darah adalah fenolik, flavonoid, alkaloid, dan terpenoid.

Riset yang dilakukan oleh Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah, Andini Sundowo, dan Euis Filaila dari Pusat Penelitian Kimia LIPI di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten juga membuktikan daun sukun bersifat antidiabetes. Periset mengisolasi senyawa flavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone yang bersifat sebagai antidiabetes kuat. Nilai penghambatan IC50 sebesar 18,120 mg/dl. Artinya dengan dosis kecil saja, 8-geranyl-4,5,7- trihydroxyflavone memiliki aktivitas penghambatan yang kuat.

  1. Hepatoprotektif

Riset Mardhiyah Binti Rusdi, dari Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, membuktikan daun sukun bersifat hepatoprotektif. Dalam uji in vivo, Mardhiyah menggunakan 15 tikus galur wistar berbobot 150—180 g yang terbagi dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama (kontrol negatif ) dan kelompok kedua (kontrol positif ) masing-masing hanya diberi air dan pelet. Sementara itu, kelompok ketiga (perlakuan) diberi air, pelet, dan 4,75% infusa daun sukun. Pada hari ke-6 kelompok kedua dan ketiga diinjeksi CCl4 8 ml/kg berat badan (BB). Hasilnya, kadar SGPT kelompok III yang diberi infusa daun sukun lebih rendah (85,40 IU/L) daripada kelompok II (329,80 IU/L).

  1. Tidak toksik

Hasil penelitian Fita Dwi Amira dari Departemen Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UI menunjukkan ekstrak daun sukun yang terdiri dari flavonoid 30% bersifat tidak toksik. Pemberian ekstrak daun sukun dalam dosis tinggi 16,67 g ekstrak/kg bobot badan tidak menimbulkan kematian terhadap hewan uji.

Tjandrawati Mozef M.Sc, peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI, Bandung, Provinsi Jawa Barat juga melakukan uji toksisitas akut dan toksisitas subkronis daun sukun. Pada uji toksisitas akut, Tjandrawati menggunakan mencit jantan dan betina masing-masing 50 ekor yang terbagi dalam lima kelompok. Selama 14 hari, mereka diberi ekstrak daun sukun setiap 24 jam. Bahkan, pada dosis tertinggi 16 g/kg bobot tubuh, tidak ditemukan adanya kematian. Selain itu, tidak ditemukan juga tandatanda toksisitas, baik dari perilaku hewan maupun fungsi organ penting seperti jantung, hati, dan ginjal.

Uji toksisitas subkronis menggunakan tikus jantan dan betina masing-masing 40 ekor yang terbagi dalam empat kelompok. Pemberian ekstrak sukun selama 90 hari tidak menunjukkan gejala toksisitas, bahkan pada dosis tertinggi 333 mg/kg bobot tubuh. Master Biokimia alumnus Universitas Nancy di Perancis itu juga mengungkapkan dosis tertinggi tidak mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, hati, dan darah.

 

Ilustrasi : daunsukun.net


Lihat Pula :

Semoga Bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply