Brokoli, Si Hijau dengan Segudang Manfaat


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Jika Anda penggemar sayur-sayuran, pasti tidak asing dengan sayur yang bernama brokoli, bukan? Memiliki pohon yang kecil, sayuran berwarna hijau ini ternyata kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk Anda, lho. Manfaat brokoli hijau di antaranya dipercaya dapat berkontribusi untuk membuat tulang Anda menjadi sehat, membantu mencegah kanker, dapat meningkatkan vitamin D, serta membuat Anda terlihat awet muda.

Kendati rasanya tidak disukai semua orang, namun brokoli disarankan untuk dimasukkan ke dalam daftar menu harian Anda. Karena dalam secangkir brokoli (100 gram), terdapat sekitar 2,6 gram serat. Brokoli merupakan sayuran sumber serat yang bisa membantu sistem pencernaan Anda. Sayuran ini bisa dimakan secara mentah, memasaknya, atau mengukusnya.

 

Si Hijau dengan Segudang Manfaat

Tidak hanya baik untuk Anda, brokoli juga sangat baik untuk anak-anak. Beragam vitamin terkandung dalam sayur yang berukuran kecil ini. Di antaranya yakni vitamin C, B6,vitamin A, vitamin E,  vitamin D, dan vitamin K. Tidak hanya itu, sayur ini juga mengandung protein, air, karbohidrat, dan zat lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat brokoli hijau untuk Anda, yakni:

  • Membantu Turunkan Kolesterol. Kandungan serat yang mudah larut pada sayur ini dapat mempermudah Anda untuk buang air besar (BAB). Selain itu, brokoli dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol, terutama jika disajikan dengan cara dikukus.
  • Membantu Mencegah Kanker. Memakan sayuran seperti brokoli hijau dengan jumlah yang banyak dapat menurunkan risiko Anda untuk terkena kanker usus besar dan paru-paru. Brokoli mengandung sulforaphane yang merupakan senyawa yang mengandung sulfur, senyawa inilah yang memberikan rasa pahit pada brokoli. Kandungan inilah yang membuat sayuran berwarna hijau tersebut memiliki kemampuan untuk melawan penyakit kanker. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi lebih dari 5 porsi sayuran per minggu, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker paru-paru.
  • Dapat Meningkatkan Vitamin D. Kekurangan vitamin D adalah masalah besar. Kendati brokoli tidak memiliki kandungan vitamin D yang tinggi, namun brokoli mengandung vitamin A dan K yang dapat membantu menjaga metabolisme vitamin D Anda agar tetap seimbang. Jika Anda kerap mengonsumsi suplemen vitamin D, pastikan menambahkan brokoli di dalam menu harian Anda untuk mengimbangi efek dari suplemen tersebut ya.
  • Membantu Anda Terlihat Lebih Muda. Brokoli mengandung banyak antioksidan, termasuk vitamin C. Vitamin C diketahui dapat membantu melawan kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan polusi. Salah satu manfaat brokoli hijau lainnya adalah dipercaya dapat melawan keriput dan membantu memperbaiki tekstur kulit Anda secara keseluruhan.
  • Membantu Meminimalisirkan Penyakit Akibat Diabetes. Kandungan sulforaphane yang terdapat dalam brokoli diduga dapat mencegah kerusakan pembuluh darah kecil yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut lagi.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh. Kandungan vitamin C yang terdapat dalam sayur ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Daya imun yang kuat dapat membantu Anda dalam melawan infeksi.
  • Memberikan Kontribusi untuk Kesehatan Tulang. Sayuran brokoli hijau memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi. Jika Anda mengonsumsi sayur ini, maka brokoli dapat berkontribusi untuk kepadatan tulang yang lebih sehat, dan bahkan berpotensi mencegah osteoporosis. Dalam 100 gram brokoli, setidaknya terdapat 47 miligram kalsium. Selain itu, kandungan vitamin K dalam satu mangkuk brokoli dapat memenuhi kebutuhan vitamin K harian Anda.

Dengan mengetahui beberapa manfaat brokoli hijau yang telah dipaparkan di atas, disarankan segera memasukkan sayuran hijau ini ke dalam menu harian Anda. Jika Anda tidak terlalu suka dengan brokoli, Anda bisa mengolahnya menjadi salad, mengukusnya, atau membuat tumisan yang dicampur dengan daging ayam atau sayuran lainnya.

 

Sumber : alodokter.com (Diakses pada 7 April 2017)

Ilustrasi : aryanto.id


Lihat Pula :

Comments

You may also like...

Leave a Reply