Manfaat Minyak Zaitun untuk Diabetes Tipe 2


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Manfaat dan khasiat minyak zaitun untuk pasien diabetes telah diakui oleh beberapa penelitian. Bahkan American Diabetes Association (ADA), merekomendasikan penggunaan minyak zaitun sebagai pengganti asupan lemak yang biasa dikonsumsi semisal mentega, margarin, atau minyak goreng.

Pasien diabetes tipe 2 tetap butuh lemak untuk meningkatkan metabolisme tubuh harian mereka. Namun, tentu saja lemak sehat yang mereka butuhkan. Apa lemak sehat untuk diabetes? Lemak sehat itu adalah lemak tak jenuh berantai tunggal, salah satunya adalah minyak zaitun.

Khasiat minyak zaitun untuk diabetes terkait dengan menurunkan kadar trigliserida dan minyak sehat ini diketahui dapat mengimbangi kadar trigliserida yang tinggi yang menempatkan mereka pada risiko penyakit jantung.
Manfaat minyak zaitun untuk pengobatan diabetes

Tak hanya itu, beberapa khasiat minyak zaitun untuk diabetes tipe 2 lebih lengkap dapat Anda baca di bawah ini

1. Minyak zaitun mencegah resistensi insulin

Telah dilaporkan di Diabetes Care yang menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat mengurangi lemak perut dan resistensi insulin. Singkatnya, ketika pasien diabetes tipe 2 pasien diberi minyak zaitun, terjadi penurunan lemak perut m,ereka secara signifikan.

Tak hanya itu, pasien diabetes mengalami penurunan resistensi insulin dan jumlah hormon adiponektin meningkat. Adiponektin adalah hormon menguntungkan yang diproduksi dan disekresikan oleh sel-sel lemak (adipocytes), yang berperan dalam mengatur gula dan metabolisme lemak, mencegah resistensi insulin, dan memiliki efek anti-inflamasi pada sel-sel yang melapisi dinding pembuluh darah.

2. Minyak zaitun mencegah diabetes tipe 2

Diet rendah lemak telah diresepkan untuk peyandang diabetes dalam upaya mencegah berbagai komplikasi seperti penyakit jantung dan Stroke. Makanan yang kaya lemak tak jenuh rantai tunggal seperti minyak zaitun, bersifat melindungi dari penyakit kronis/akut semisal jantung koroner dan strok.

Sebuah penelitian yang dirilis dalam jurnal ilmiah Diabetes Care menunjukkan bahwa mengonsumsi minyak zaitun sebagai diet tinggi lemak sehat telah terbukti mengurangi risiko diabetes tipe 2 pada 50 % dibandingkan dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak.

Seseorang dengan obesitas yang memiliki memiliki resistensi insulin berada pada risiko tertinggi untuk diabetes dan komplikasi jantung. Diet tinggi lemak sehat dengan minyak zaitun memberi hasil setelah 4 tahun.

Sekitar 17,9 % dari koresponden dengan obesitas yang mengikuti diet rendah lemak mengembangkan risiko diabetes tipe 2. Dan 52 persen dari koresponden yang diet tinggi lemak tak jenuh rantai tunggal minyak zaitun terhindar dari risiko diabetes tipe 2.

Ini memberi kesimpulan jelas bahwa diet kaya minyak zaitun dapat mencegah munculnya diabetes tipe 2 dengan perbaikan kadar gula darah, menurunkan resistensi insulin dan menyeimbangkan kadar lipid dalam darah.

3. Minyak Zaitun menurunkan kolesterol jahat dan jantung koroner.

Penelitian lebih lanjut telah mengungkapkan bahwa selain tinggi asam lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun mengandung komponen non-lemak seperti senyawa fenolik yang berpotensi menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol menguntungkan).

Selain itu, senyawa fenolik pada minyak zaitun juga memiliki efek anti-inflamasi dan berpotensi menyehatkan pada tekanan darah dan mengurangi tingkat pembekuan darah (pemicu plak aterosklerosis).

Kemudian, para peneliti menyimpulkan bahwa diet tinggi asam lemak tak jenuh tunggal dapat mempengaruhi kadar kolesterol darah dan menurunkan risiko pengembangan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner.

4. Minyak zaitun mencegah peradangan

Khasiat minyak zaitun untuk diabetes adalah membantu melindungi terhadap peradangan yang tidak diinginkan. Minyak zaitun diketahui mengandung konsentrasi kuat fitonutrien (terutama polifenol) yang memiliki sifat anti-inflamasi.

The power of anti-inflamasi pada minyak zaitun terfokus pada polifenol nya. Penelitian telah merilis dalam catatan mereka bahwa polifenol pada minyak zaitun dapat menurunkan risiko peradangan, penghambatan enzim pro-inflamasi seperti siklooksigenase 1 dan siklooksigenase 2; dan penurunan sintesis dari enzim sintasa oksida nitrat.

Pada pasien diabetes dengan jantung koroner, minyak zaitun dan polifenol berperan mengurangi aktivitas di jalur metabolisme yang disebut jalur asam arakidonat, yang merupakan pusat untuk proses inflamasi di jantung, hanya mengonsumsi sekitar 1-2 sendok makan minyak zaitun per hari telah terbukti memberi efek anti-inflamasi yang signifikan.

5. Minyak zaitun mencegah kerusakan pembuluh darah

Sebuah kelompok studi telah memberikan penjelasan yang menarik dari efek kardioprotektif dari minyak zaitun. Senyawa polifenol dalam minyak zaitun adalah hidroksitirosol. Senyawa ini membantu melindungi sel-sel yang melapisi pembuluh darah dari kerusakan akibat reaksi oksigen yang berlebihan

Hidroksitirosol pada minyak zaitun membantu melindungi dinding sel-sel pembuluh darah dari kerusakan dengan meningkatkan sistem pertahanan antioksidan. Hidroksitirosol sebagai molekul unik yang membantu dinding sel pembuluh darah untuk tetap kuat.

6. Minyak Zaitun bisa mencegah plak ateriosklerosis

Manfaat anti-pengumpalan darah telah dibuktikan oleh berbagai penelitian laboratorium bahwa komponen fenol minyak zaitun dengan sifat antioksidan kuat, mampu menghambat agregasi platelet (penggumpalan darah) lebih efektif ketimbang flavonoid bahan-bahan lainnya.

Hal ini penting karena serangan jantung dan stroke disebabkan oleh gumpalan darah (blood clot) yang terbentuk di arteri jantung atau otak yang telah menyempit karena pembentukan plak aterosklerosis.

7. Minyak Zaitun dapat memperbaiki sistem saluran pencernaan

Salah satu zat unik berupa polifenol dalam minyak zaitun bisa menjaga keseimbangan flora bakteri usus dalam saluran pencernaan kita. Polifenol dalam minyak zaitun telah terbukti memperlambat pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan, termasuk bakteri pemicu infeksi saluran pencernaan.

Polifenol dalam minyak zaitun secara khusus mampu menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori. Efek dari polifenol pada minyak zaitun menjadi sangat penting karena kelebihan populasi bakteri Helicobacter dapat menyebabkan sakit perut pada diabetes akibat tukak lambung dan gangguan pencernaan lainnya.

8. Minyak zaitun mencegah diabetes kehilangan memori.

Diet untuk peningkatan fungsi kognitif – sepertinya sangat dibutuhkan oleh penyadang diabetes tipe 2 terutama di kalangan orang tua dan minyak zaitun menjadi daya tarik tersendiri untuk diet meningkatkan fungsi kognitif.

Di Perancis, sebuah studi skala besar telah meneliti pada lansia yang mengalami penurunan fungsi memori, penglihatan dan gangguan komunikasi. Kondisi ini dapat diputarbalikan dan dapat ditingkatkan kembali dengan penggunaan intensif minyak zaitun.

Dalam hal ini,  cara konsumsi minyak zaitun tidak hanya untuk memasak, atau sebagai bahan dalam saus dan dressing, tapi di semua kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan makan memakan di harian diet mereka.

Cara konsumsi minyak zaitun untuk diabetes

1. Jangan menggoreng minyak zaitun.

Sebaiknya, konsumsi minyak zaitun sebagai salad di berbagai makanan. Banyak para ahli tidak merekomendasikan memasak atau menggoreng dengan minyak zaitun karena oksidasi minyak zaitun dengan pembentukan akrilamida dapat terjadi pada kisaran 148 Celcius

2. Gunakan minyak zaitun sebagai salad

Gunakan minyak zaitun di salad makanan Anda. Perhatikan, hindari dressing salad pada makanan dengan tingkat tinggi natrium, minyak kedelai, MSG dan pewarna makanan.

 Sebaiknya, membuat saus salad Anda sendiri dengan minyak zaitun, cuka sari apel, jus lemon, dll. Artinya, gunakan minyak zaitun secara alami, tanpa zat tambahan.
Sumber : diabetics1.com (Diakses pada 12 April 2017)
Ilustrasi : res.cloudinary.com
———————————————————————————————————————
Lihat Pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply