Dampak Kekurangan Kalori


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Untuk dapat beraktivitas, manusia memerlukan asupan kalori. Apabila kendaraan memerlukan minyak sebagai bahan bakar, maka tubuh manusia memerlukan kalori, energi sebagai bahan bakarnya. Kalori dapat ditemukan pada karbohidrat, protein, dan lemak. Di antara ketiganya, lemak lah yang menyimpan kalori lebih banyak. Kelebihan asupan kalori dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan tidak sesuainya kebutuhan kalori (energi) dengan asupan yang diberikan. Sebaliknya, kurangnya asupan kalori dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurusan. Kurangnya asupan kalori akan membuat tubuh melakukan pembakaran terhadap cadangan energi tubuh. Hal itulah yang akan berdampak pada menurunnya berat badan.

Telah kita singgung sebelumnya bila kelebihan kalori dapat menyebabkan obesitas. Kelebihan berat badan ini bukan saja mempengaruhi penampilan. Kelebihan berat badan juga membawa dampak terhadap kesehatan tubuh (Selengkapnya di : Obesitas?). Sepertinya selama ini kita telah banyak memperhatikan obesitas dengan berbagai dampaknya terhadap kesehatan. Maka kali ini kita akan beralih pada bahasan salah satu penyebab kekurusan. Yakni kurangnya asupan kalori.

Obesitas memang memicu demikian banyak kemunculan penyakit. Namun, ini bukan berarti seseorang berbadan kurus berada pada kondisi aman. Di antara penyebab kekurusan adalah kurangnya asupan kalori. Dan ini dapat memicu gangguan kesehatan. Bukan hanya rasa lemah dan kurangnya gairah. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan mengenai dampak kurangnya asupan kalori. Apa saja? Berikut ini di antara dampak kurangnya asupan kalori yang kami kutip dari disehat.com.

Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan masalah kesehatan yang disebabkan karena rendahnya dula darah dalam darah, yaitu dibawah 70 mg/dL. Penyakit ini dapat terjadi oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja ataupun orang tua. Selain akibat kekurangan nutrisi karbohidrat, hipoglikemia juga disebabkan karena gagal ginjal, penggunaan suntikan insulin yang berlebihan, infeksi dan lainnya. Gejala awal dari penyakit ini adalah kulit basah, cepat marah, sering berkeringat, detak jantung cepat dan juga sering lapar.

Kwasiorkor

Yang kedua adalah kwasiorkor. Kwasiorkor merupakan penyakit yang masuk ke dalam kategori penyakit kekurangan kalori dan protein (KKP/PEM). Ciri-ciri seseorang yang mengalami penyakit ini adalah rambut rontok, badan lemas, kulit keriput, kurus, raut muka seperti orang tua meskipun umur masih muda dan wajah tampak sembab dan bulat. Sedangkan gejala awal dari penyakit ini adalah berat badan yang semakin menurun, anemia, pembengkakan, infeksi diaere, perut besar dan lainnya.

Maramus

Akibat kekurangan karbohidrat selanjutnya adalah mengalami maramus. Maramus merupakan gangguan kesehatan yang pada umumnya terjadi pada anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun. Penyebab dari maramus sendiri antara lain lahir premature, kekurangan vitamin, penyakit bawaan, kelaparan kronis dan masih banyak lagi. Untuk mencegah penyakit ini, hal yang harus dilakukan adalah mengonsumsi makanan bergizi, melakukan diet seimbang dan mengonsumsi air bersih.

Maramus-kwasiorkor

Penyakit ini merupakan campuran dari penyakit maramus dan kwasiorkor yang ditandai dengan adanya wasting dan edema pitting bilateral. Penyakit ini dapat dimasukkan ke dalam kategori penyakit yang sangat kekurangan nutrisi. Penyebab dari penyakit ini adalah karena kurangnya asupan karbohidrat dan protein, gangguan hati dan gangguan penyerapan protein. Seseorang yang mengalami penyakit ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti menurunnya kadar protein dalam darah, otot melemah, apatis, kulit kering dan kusam serta edema.

 

Ilustrasi : samyunwan.com


Di antara penyebab kurangnya asupan kalori adalah kurangnya asupan makan. Mungkin anda dapat mencoba beberapa herbal berikut ini untuk menambah nafsu makan :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply