Dampak Konsumsi Santan Berlebih


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Santan, cairan yang dihasilkan dari campuran air dan kelapa parut ini kerap digunakan sebagai bahan masakan. Bukan hanya masakan, bahkan tidak jarang santan ini dijadikan tambahan dalam pembuatan kue. Tahukah anda, dibalik rasanya yang sedemikian, santan menyimpan dampak kurang baik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Permasalahannya adalah, ketika melalui pemanasan, santan ini akan membentuk lemak dan zat yang akan berdampak negatif pada tubuh. Lantas, apa saja dampak dari konsumsi santan secara berlebihan? Berikut ulasan mengenai beberapa dampak konsumsi santan berlebih yang kami kutip dari situsĀ griyabugar.com.

1. Gangguan pencernaan

Jika anda sering mengalami gangguan pencernaan, coba anda teliti lebih lanjut. Apakah anda sering mengkonsumsi masakan yang mengandung santan? jika sering, maka mungkin inilah penyebab gangguan pencernaan anda. Karena santan mengandung lemak dan minyak. Kelebihan konsumsi santan akan berakibat buruk terhadap pencernaan, misalnya perut terasa sering kembung dan rasa tidak nyaman.

2. Gangguan kolesterol

Mengkonsumsi santan terlalu sering dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa jika santan mengalami pemanasan, maka akan terbentuk asam lemak jenuh dan lemak trans. Nah, jika santan yang tadinya telah dipanaskan dikonsumsi maka menyebabkan peningkatan kadar kolesterol. Sedangkan kolesterol yang ditimbulkan akibat santan yang dipanaskan ini dapat digolongkan sebagai kolesterol jahat.

3. Iritasi pada tenggorokan

Hal ini jarang diketahui orang. Mungkin bagi sebagian orang tidak berakibat apapun terhadap tenggorokan mereka, tetapi bagi sebagian lainnya yang memiliki tenggorokan yang sensitif maka mudah menimbulkan iritasi. Kandungan minyak pada santan ini dapat memperparah iritasi pada kulit tenggorokan yang cukup sensitif tadi. Akibat yang ditimbulkan adalah sakit batuk, sakit tenggorokan, tenggorokan terasa berlendir.

4. Sakit jantung

Dampak yang paling sering terjadi akibat mengkonsumsi santan yang berlebihan adalah penyakit jantung. Akibat pola makan yang tidak sehat, terlalu sering makan masakan bersantan maka membuat kadar kolesterol naik karena lemak jenuh dari santan itu sendiri. Akibat kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan sakit jantung koroner dan timbulnya serangan jantung mendadak. Kolesterol darah tersebut akan menghalangi aliran darah dan menyebabkan plak pada pembuluh darah. Jika plak tersebut terjadi pada arteri jantung, akibat paling serius adalah jantung koroner.

5. Kram otot

Kram otot dapat terjadi karena kolesterol yang membentuk plak pada pembuluh darah. Plak yang menempel pada pembuluh darah, termasuk pembuluh darah kecil yang menuju jaringan otot. Otot adalah jaringan tubuh yang membutuhkan kelancaran aliran darah untuk memenuhi kebutuhan akan oksigen supaya metabolisme berjalan dengan lancar. Namun, jika terjadi sumbatan di pembuluh darah dan pasokan oksigen juga terganggu akan menyebabkan otot menjadi kram.

5. Penyakit Stroke

Stroke terjadi juga karena dampak tingginya kadar kolesterol jahat. Sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan sakit jantung koroner dan kram otot. Stroke paling parah terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah yang mengalir ke otak karena plak menempel pembuluh darah. Jika sudah pernah terkena stroke maka jangan sampai mengalami serangan kedua. Oleh karena itu mengurangi makanan bersantan adalah pilihan terbaik, disamping faktor yang lain.

Kesimpulan: Terkadang kita lebih banyak memanjakan lidah dengan makanan enak, berlemak dan bersantan. Tetapi tanpa disadari penggunaan santan berlebihan dan mengkonsumsinya terlalu sering akan berdampak buruk bagi kesehatan kita. Santan yang dipanaskan akan menghasilkan asam lemak jenuh dan asam trans. Hal inilah yang menyebabkan efek negatif bagi kesehatan dan menimbulkan penyakit seperti jantung koroner, kolesterol, kram otot, bahkan stroke. Untuk itulah lebih baik kita konsumsi santan secara bijaksana, jika anda sudah bertambah umur sebaiknya mengurangi bahkan menghindarinya. Karena masih banyak makanan yang dapat diolah dengan cara yang lebih sehat tanpa harus menggunakan santan.

Comments

You may also like...

Leave a Reply