4 Jenis Alergi Cahaya Matahari


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Bukan hanya makanan. Ternyata ada pula reaksi alergi terhadap cahaya matahari. Alergi ini memiliki beberapa jenis. Apa saja? Berikut penjelasan mengenai beberapa jenis alergi sebagaimana dikabarkan dalam amazine.co.

1. Polymorphous Light Eruption (PMLE)

Gejala PMLE meliputi gatal atau ruam seperti kulit terbakar, atau mewujud sebagai benjolan merah yang berdarah atau pecah saat kulit terkena sinar matahari.

Hal ini terjadi beberapa jam setelah paparan sinar matahari yang mungkin disertai dengan menggigil, sakit kepala, atau mual.

Masalah kulit biasanya terjadi pada bagian yang terbuka seperti leher, dada bagian atas, lengan, dan kaki bagian bawah.

Gejala ini cenderung hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun bagi sebagian yang lain gejala ini terus berulang.

Gejala ringan dapat diobati menggunakan kompres dingin atau mengguyur kulit dengan air dingin secara teratur.

Alergi yang lebih parah harus diatasi dengan obat-obatan seperti antihistamin oral, semisal difenhidramin atau klorfeniramin, atau krim anti-ruam kulit yang mengandung kortison.

Untuk kasus ekstrim, dokter biasanya meresepkan pengobatan fototerapi, di mana kulit secara bertahap dipapari sinar ultraviolet (UV) dalam dosis kecil untuk membangun ketahanan kulit terhadap sinar matahari.

Terkadang kombinasi psoralen dan sinar ultraviolet, obat antimalaria, atau tablet beta-karoten juga digunakan untuk mengobati alergi matahari jenis PMLE.

2. Actinic Prurigo

Bentuk alergi sinar matahari ini merupakan jenis PMLE yang diwariskan. Karena diwariskan, actinic prurigo terjadi sejak masa kecil atau remaja.

Actinic prurigo memiliki gejala yang sama dengan PMLE, namun dengan bintik merah terjadi lebih banyak pada wajah, dibandingkan tempat lain.

Jenis alergi sinar matahari ini dapat diobati dengan obat-obat yang termasuk dalam kortikosteroid, thalidomide, obat antimalaria, dan beta-karoten, tergantung pada tingkat keparahan alergi.

3. Photoallergic Eruption

Ketika terkena sinar matahari, kulit bereaksi dengan komponen kimia yang digunakan dalam aplikasi kulit seperti tabir surya, parfum, kosmetik, atau salep.

Akibat reaksi ini, kulit kemudian mengalami ruam merah kecil yang berisi cairan lepuh.

Ruam dapat menyebar melalui pakaian. Gejala ini muncul dengan sendirinya 2 sampai 3 hari setelah paparan sinar matahari.

Durasi photoallergic eruption tergantung pada durasi paparan dan substansi kimia yang digunakan.

Perawatan yang paling umum akan meliputi krim kortikosteroid serta dengan tidak menggunakan produk yang memicu alergi.

4. Solar Urticaria

Solar urticaria merupakan bentuk yang jarang dari jenis alergi sinar matahari dan dianggap sebagai satu-satunya bentuk sejati alergi matahari.

Jenis alergi ini mengakibatkan gatal-gatal pada kulit. Gejala akan muncul dalam beberapa menit setelah paparan sinar matahari, dan berangsur hilang dalam beberapa jam.

Untuk alergi ringan, antihistamin oral atau krim kulit anti-gatal yang mengandung kortison bisa diresepkan.

Untuk gejala berat, kombinasi psoralen dan sinar ultraviolet, obat antimalaria, atau tablet beta-karoten digunakan sebagai alternatif pengobatan.

Suplemen vitamin E, lidah buaya, dan quercetin (flavonoid) terbukti membantu menyembuhkan alergi sinar matahari.

Selain itu, tabir surya berkualitas dengan SPF tinggi harus digunakan secara teratur sebagai tindakan pencegahan alergi sinar matahari.[]

 

 

Ilustrasi : 1.bp.blogspot.com


Lihat pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply