Mengapa Garam Dapat Memicu Darah Tinggi?


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite. [Wikipedia]

Dalam banyak pengolahan makanan, garam merupakan penyedap jitu. Rasanya ada yang kurang dengan masakan tak bergaram. Sudah tidak diragukan, rasanya akan hambar. Bisa dikatakan, garam merupakan suatu kunci utama lezatnya masakan. Namun, meski demikian, garam tidak dapat digunakan secara berlebihan. Sudah rahasia umum apabila garam berpotensi meningkatkan tekanan darah. Karenanya, penderita hipertensi cukup berhati-hati dengannya. Mengapa demikian? Apa yang menyebabkan garam berpotensi meningkatkan tekanan darah?

Sebagaimana disebutkan di awal, garam yang tersedia secara umum merupakan natrium. Natrium ini lah yang sebenarnya mempengaruhi tekanan darah. Dan perlu diketahui pula, natrium ini pun tidak sekedar berupa garam. Natrium, biasanya juga terdapat pada penyedap dan pengawet makanan. Maka, ketika hendak menghindari potensi naiknya tekanan darah, yang dilakukan bukanlah sekadar menghindari garam. Langkah yang lebih tepat adalah menghindari konsumsi natrium dalam jumlah melebihi kebutuhan, di antaranya dengan mengurangi konsumsi garam.

Dijelaskan dalam situs dinkes.inhukab.go.id, Natrium bersifat menahan cairan dalam tubuh sebelum akhirnya akan dikeluarkan menjadi air seni. Disamping itu, natrium juga membantu tubuh untuk mengeluaran keringat. Saat kadar garam berlebih, tubuh akan berusaha menetralkannya, yaitu dengan menstimulus otak untuk merasakan haus, sehingga mendorong manusia untuk banyak minum, dengan demikian volume darah akan bertambah karena sifat garam adalah mengikat air.

Pertambahan volume darah akibat banyaknya kandungan air ini seharusnya akan di buang oleh ginjal melalui air seni. Namun karena garam jugalah, air ini akan dipertahankan oleh tubuh akibat sifat garam yang lain yaitu antidiuretik, yang menyebabkan ginjal menyerap kembali sebagian besar air yang telah disaringnya sebelum dikeluarkan menjadi air kemih. Masuknya air dalam jumlah besar ke dalam pembuluh darah menyebabkan volume darah yang ada dalam sistem peredaran darah bertambah. Apabila volume darah meningkat otomatis aliran darah juga akan meningkat. Sedangkan ukuran pembuluh darah akan tetap. Akibatnya akan terjadi tekanan darah yang berlebih di dinding pembuluh darah yang menjadi sebab utama terjadinya hipertensi. [Selesai kutipan]

Itulah di antara penjelasan mengenai kaitan antara garam dengan potensi meningkatnya tekanan darah. Walau melezatkan, bukan berarti garam dapat bebas dikonsumsi. Senormal apapun tekanan darah kita, tetap diperlukan kehati-hatian, dan jangan berlebihan..

 

Ilustrasi : pinkkorset.com


Lihat pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply