Dampak Konsumsi Wortel Berlebih


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Telah kita ketahui bersama, wortel mengandung banyak beta karoten yang bermanfaat untuk tubuh. Selain untuk terapi kesehatan mata, wortel juga dapat digunakan dalam terapi penyembuhan kanker, dan masih banyak manfaat wortel yang lain. Manfaat yang sedemikian baik membuat sebagian orang begitu bersemangat mengkonsumsinya. Padahal, meski bermanfaat, konsumsi wortel secara berlebih juga dapat menimbulkan efek samping yang kurang baik bagi tubuh. Berikut ini dua efek samping konsumsi wortel berlebihan, dikutip dari satujam.com.

Menyebabkan Perubahan Warna Kulit

Seperti yang kita ketahui bahwasanya wortel merupakan salah satu sumber penghasil zat betakaroten pada tubuh. Sementara itu betakaroten juga merupakan salah satu kumpulan dari beberapa karotenoid yang diubah menjadi vitamin A oleh tubuh.

Berdasarkan diet 200 kalori, secangkir jus wortel mengandung 430 persen nilai harian yang disarankan untuk dikonsumsi. Namun jika kamu mengkonsumsi wortel sebanyak 8 ons setiap harinya, maka itu halnya dengan wortel dapat memberikan 2 kali lipat dari total jumlah tersebut.

Mengkonsumsi wortel dengan jumlah besar bukan berarti menjauhkan dirimu dari resiko kelebihan vitamin A. Ini dikarenakan tubuh hanya mengubah beta karoten yang diperlukan saja.

Meskipun begitu, konsumsi wortel melebihi ambang batas kewajaran juga dapat menyebabkan tubuhmu mengalami kondisi medis berupa perubahan warna kulit atau carotenemia.

Biasanya, kondisi medis tersebut nampak jelas di area telapak tangan, kaki dan telinga. Carotenemia akan hilang dengan sendirinya jika konsumsi wortel mulai berkurang.

Timbul Berbagai Gangguan pada Usus

Ketika kita mengkonsumsi wortel, maka kita akan memperoleh 4 sampai 5 gram serat. Akan tetapi, terlalu banyak serat ternyata juga tidak baik untuk kesehatan.

Dikutip dari penjelasan Dept. Pertanian Amerika Serikat, serat yang dikonsumsi secara berlebih ternyata dapat mengganggu kelancaran usus.

Sehingga kualitas buang air besar pun menjadi buruk sampai akhirnya sistem pencernaan sendiri yang beradaptasi dengan asupan serat tinggi tersebut.

Tak hanya itu saja, konsumsi serat secara berlebih juga dapat berpotensi timbulnya penyakit sembelit. Terlebih lagi jika tidak meminum cairan yang dapat membantu serat bergerak melalui sistem pencernaan.

 

Ilustrasi : i2.wp.com/creamqweena.net


Lihat pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply