Cabai Bermanfaat Menurunkan Kadar Gula Darah


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Untuk mengurangi rasa manis, biasanya orang-orang akan menambahkan perisa pahit, atau pedas. Nampaknya, hal ini juga dapat berlaku dalam menjawab permasalahan diabetes.

Pada kasus diabetes, kadar gula darah penderita berada pada tingkat yang melampaui batas normal. Karenanya, terkadang permasalahan ini juga disebut dengan penyakit gula.

Adapun cabai , selama ini kita telah mengenalnya sebagai bahan alami dengan rasa yang pedas. Bahan pedas ini ternyata bukan hanya dapat mengurangi tingkat manis. Kabarnya, cabai dapat bermanfaat dalam mengurangi kadar gula dalam darah.

Dikabarkan khasiatsehat.com, Tim peneliti di The University of Tasmania, yang penelitiannya dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada bulan Juli 2006, menyebutkan bahwa makan cabe memiliki dampak yang sangat positif bagi orang-orang yang kelebihan berat badan atau menderita diabetes. Studi yang dilakukan menghasilkan bahwa mengkonsumsi cabai secara normal dapat membantu mengontrol kadar insulin secara signifikan.

Mengutip dari diabetics1.com, situs livestrong.com menulis sebuah artikel tentang penelitian pada lombok rawit terkait gula darah. Para ilmuwan di Universitas Mahidol, Thailand, meneliti efek dari cabai terhadap kadar glukosa plasma dan tingkat metabolisme pada wanita sehat. Para ilmuwan mengamati bahwa pada kelompok yang mengonsumsi cabai memiliki penurunan kadar glukosa darah secara signifikan lebih rendah 30 menit setelah konsumsi cabe rawit dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki cabai. Temuan ini dilaporkan dalam “Journal of Medical Association of Thailand.” edisi September 2003.

Meskipun bermanfaat dalam mengurangi kadar gula darah, cabai tetap tidak dapat dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi cabai secara berlebihan justru dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan yang lain. Masih dari diabetics1.com, konsumsi cabai rawit mungkin dapat menimbulkan efek samping, di antaranya :

  • Diare

Lombok memiliki jumlah tinggi serat. Oleh karena itu, orang mungkin menghadapi masalah pencernaan seperti diare.

  • Hipoglikemik

Asupan lombok dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan penurunan tingkat gula darah. Oleh karena itu, pasien diabetes harus mengontrol pemakaian ketika menambahkan lombok ke dalam makanan.

  • Alergi

Jumlah tinggi capsaicin dalam cabai dikaitkan dengan alergi pada orang-orang tertentu.

  • Masalah gigi

Lombok memiliki antioksidan yang dapat meningkatkan masalah gigi.

  • Perdarahan

Capsaicin pada lombok dapat meningkatkan iritasi di perut. dan kemungkinan pendarahan di lambung jika makan cabai berlebihan.

  • Keguguran

Cabai akan meningkatkan panas dalam perut. wanita diabetes hamil mungkin akan mengalami keguguran jika mereka memakannya dalam jumlah tinggi.

  • Iritasi

Panas pada lombok menyebabkan iritasi ringan di tangan jika Anda memotongnya jumlah tinggi.

Itulah di antara efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi cabai secara berlebihan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, anda dapat terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter ketika hendak menjadikannya pendamping bersamaan dengan obat diabetes lain. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia (kondisi kadar gula terlalu rendah)

 

Ilustrasi : softlensmurahku.com


Lihat pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply