Mie, Sahabat Sehat Kah?


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Tidak diragukan lagi, mie benar-benar menjadi makanan favorit hari ini. Selain penyajiannya yang mudah, cita rasanya pun tidak perlu diragukan. Hal yang demikian ini nampaknya membuat makanan mie amat bersahabat dengan jadwal aktivitas yang semakin padat.

Meskipun demikian, nampaknya kita benar-benar perlu mempertimbangkan kehadiran mie ini dalam menu harian. Kesalahan dalam menyikapinya justru dapat menimbulkan dampak lebih buruk dari sekedar menghemat waktu dan energi. [Lihat pula : Mie Instant dan Operasi]

Sebagian orang benar-benar menambahkan olahan mie ke dalam menu harian. Alasannya sederhana saja, jadwal yang padat. Hal yang demikian ini tentu bukanlah suatu kebiasaan yang baik. Mengingat lamanya waktu sistem pencernaan dalam memproses produk mie, dan ketidakseimbangan gizi yang ada pada mie.

Setelah mengkonsumsi mie instan, sebagian orang akan merasakan efek kembung atau begah pada bagian perut, diiringi gejala perut buncit selama beberapa hari. Hal ini nampaknya berasal dari mie yang memiliki sifat mengembang dan sulitnya mie untuk dicerna. Telah banyak diketahui, pencernaan mie ini bahkan dapat berlalu sampai 3-4 hari lamanya. Karenanya, mie dapat bertahan dalam pencernaan selama sedemikian waktu, sehingga tubuh kesulitan memperoleh asupan gizi yang lain, karena keadaan pencernaan yang tak kunjung selesai mencerna produk mie.

Permasalahan selanjutnya adalah ketidakseimbangan gizi pada mie. Telah banyak diketahui, mie mengandung kalori yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan nasi (pada takaran yang sama). Kemudian, sebagian besar kalori tersebut bahkan terdiri dari karbohidrat sederhana. Sebagaimana diketahui, karbohidrat amat berpengaruh terhadap kadar gula darah. Tingginya asupan karbohidrat ini dikhawatirkan akan dapat mengganggu kestabilan kadar gula darah dan menimbulkan resiko diabetes, terlebih apabila dikombinasikan dengan nasi sebagaimana banyak dipraktekkan.

Selain karbohidratnya yang tinggi, mie juga banyak diketahui memiliki kandungan garam yang tinggi. Asupan garam yang terlalu tinggi tersebut akan dapat memicu beragam permasalahan kesehatan seperti hipertensi. [Lihat pula : Mengapa Garam Dapat Memicu Darah Tinggi?]

Penelitian menunjukkan kaitan tingginya konsumsi produk mie terhadap resiko beragam penyakit. Dikabarkan Mediskus.com,

Penelitian dilakukan pada perempuan di Korea Selatan yang dikenal memiliki kelompok konsumsi mie instan (ramen) terbesar di dunia, di mana tercatat orang-orang di sana telah mengkonsumsi 3,4 miliar paket mie instan pada tahun 2010.

Hyun Shin dan rekan-rekannya di Baylor dan Harvard University menganalisis kesehatan dan diet hampir 11.000 orang dewasa di Korea Selatan antara usia 19 – 64 tahun. Dalam penelitian ini tidak memperhatikan pola makanan sehari-harinya, dan apapun aktivitas fisik yang dilakukan.

“Meskipun mie instan merupakan makanan yang mudah dan lezat, mungkin ada peningkatan risiko sindrom metabolik karena mie instan banyak mengandung sodium (natrium) tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat dan beban glikemik,” Papar peneliti.

Hasilnya, wanita yang makan mie instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik daripada mereka yang makan mie instan lebih jarang, atau tidak sama sekali.

Orang dengan sindrom metabolik mungkin cendrung  memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tinggi, dan menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung , stroke dan diabetes melitus. [Selesai kutipan]

 

Ilustrasi : baldinissports.com


Lihat pula :

Semoga bermanfaat..

Comments

You may also like...

Leave a Reply