Curhat di Facebook Masuk Pengadilan


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/
Status Facebook berujung pengadilan

source: http://www.techyville.com/

Semoga bisa diambil pelajarannya, tentang menyampaikan kritik (hendaknya langsung ke pihak bersangkutan tanpa membicarakannya di hadapan orang banyak), tentang pemberian maaf ketika orang lain meminta maaf, tentang memperhatikan hak-hak karyawan yang bekerja dengan kita.

Kasus Facebook Ervani ke Pengadilan

Mungkin terdakwa Ervani memang tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan atau mencemarkan nama baik, hanya saja dia hendak mengadukan kezhaliman orang (dalam kasus ini Ayas) kepada siapa saja yang dia anggap mempunyai wewenang dan kemampuan untuk menolongnya dan suaminya yang telah di-zhalimi dan berusaha meminta bantuan orang demi mengubah kemungkaran dan mengembalikan pelaku maksiat agar kembali kepada kebenaran.
Namun karena tidak tahu kemana harus mengadukannya, maka terdakwa menuliskannya di group facebook.

Dan hendaknya seseorang menyampaikan kritik kepada saudara dengan berduaan (tanpa diketahui orang lain), dan juga menyampaikan kritik dengan cara yang baik pula. Karena tidaklah kelemahlembutan menyertai sesuatu maka sesuatu itu akan menjadi baik, dan sebaliknya.

Dan hendaklah yang dikritik melakukan instrospeksi dirinya apakah yang dikritiknya itu fakta atau hanya kekeliruan semata? Jika memang fakta maka perbaiki diri, bila itu kekeliruan maka cukup tegur dan maafkan pelakunya, bukankah Allah تعاللى Maha Pengampun? Kenapa Anda manusia sulit mengampuni kesalahan orang lain? Bukankah Anda umat Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam, kenapa tidak mencontoh akhlaq Beliau shallallahu `alaihi wasallam?

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A’raf 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur (24):22)

Berikut kisahnya kasus Curhat di Facebook Masuk Pengadilan

Berawal dari curhatan Ervani melalui med-sos ini sebagai rasa kekesalannya atas pemecatan suaminya, Alfa Janto yang bekerja sebagai jasa keamanan di sebuah perusahaan Jolie Jogja Jewelery yang dimutasi tanpa alasan jelas dan berakhir PHK tanpa pesangon. Status itu diunggah 30 Mei 2014. oleh manajemen Jolie Jogja Jewelery pada 13 Ma-ret lalu. Usai dipecat, warga Gedongan, Bangunjiwo, Kasihan, itu tak diberikan hak pesangon dan gaji terakhir.

Isi curhatan di facebooknya adalah sebagaimana berikut:

Pak Har baik, yang gak baik itu yang namanya Ayas dan SPV lainnya. Kami rasa dia gak pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewelley. Banyak yang lebay dan masih seperti anak kecil

Status itu ditulis di grup karyawan Jolie Jogja Jewelley di Facebook.

Dalam nota dakwaannya, JPU F Dani Prasoko menyatakan, terdakwa dijerat dengan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Itu karena terdakwa telah mendistribusikan atau mentransmisikan postingan di media sosial Facebook yang bermuatan pencemaran nama baik terhadap pimpinan Jolie Jogja Jewelery bernama Diah Sarastuty (akrab disapa Ayas). Sebagaimana diketahui, Ayas ini adalah orang yang melaporkan Ervani atas pencemaran nama baik kepada dirinya.

Menurut Alfa, sejak dilaporkan Ayas ke Polda DIY, Emy ke Polda DIY dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Pihak penyidik mulai melakukan penahanan terhadap istri saya 9 September 2014 dan status dititipkan di Lapas Wirogunan,” ujarnya.

Saat ini Ervani ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan Yogyakarta, dan mulai menjalani sidang perdana pada Selasa, 11 November. Menurut penasihat hukum, perempuan berusia 29 tahun itu syok karena berurusan dengan hukum hingga ditahan.

“(Saya) Nggak nyangka akan masuk tahanan. Saat masuk tahanan itu saya baru berusaha mencari bantuan hukum. Jadi penyidikan sampai pelimpahan saya atasi sendiri, BAP juga sendiri kalau waktu saya ungkapkan tidak sengaja dan tidak bermaksud mencemarkan nama baik,” ujar Ervani usai persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (11/11/2014).

Menurut Ervani, ketika itu ia hanya ingin memyampaikan aspirasi dari teman-teman suaminya, Alfa Janto, yang mengeluhkan kebijakan pemimpin bernama Ayas (Diah Sarastuti). Teman suaminya mengeluhkan kebijakan perusahaan tentang masalah tenaga kerja.

“Waktu itu teman-teman suami ngomong kalau Ayas pimpinan suami bekerja tidak pantas karena dia masih kecil 26 tahun, tapi sudah dikasih wewenang jadi supervisor,” ujar Ervani.

Padahal, menurut Hamzal, terdakwa Ervani sebelumnya telah meminta maaf kepada pelapor untuk berdamai.

Sembari terus meneteskan air mata, Ervani bercerita bahwa dirinya sudah minta maaf berkali-kali pada supervisor yang ia sebut dalam statusnya. Namun, Ayas, sebutan supervisor yang melaporkan Ervani tak merespon permintaan maaf itu.

“Saya sudah datang ke rumahnya ditemui orang tua Mbak Ayas. Saya datangi ke tempat kerja, tetapi sampai sekarang enggak merespon. Bahkan saya sampai ninggal nomor telepon,” ujar Ervani sambil menangis.
Ia juga tak bermaksud menyinggung supervisor saat menuangkan keluh kesahnya di Facebook.

“Saya hanya bisa berdoa dan berdoa, harapannya saya bisa kembali bekerja, dan berada di tengah-tengah keluarga. Saya sebelumnya sempat histeris, namun ‘alhamdulillah’ berkat dukungan moral dari warga, menjadikan saya lebih kuat,” katanya.

Penasihat hukum Ervani Emi Handayani berharap hakim Pengadilan Negeri Bantul mempertimbangkan permohonan penangguhan penahanan kliennya.

“Kami sudah mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan saudari Ervani, dengan jaminan 50 warga Yogyakarta, dan kami meminta serta berharap hakim mempertimbangkannya,” kata penasihat hukum Ervani, Hamzal Wahyudin usai mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, di Bantul, Selasa (11/11/2014).

“Saya lihat Ervani shock (tertekan), dan kondisinya labil, karena harus ditahan. Maka, saya berharap Ervani dapat dikeluarkan dari tahanan sampai putusan pengadilan. Kami juga meminta hakim bisa mempertimbangkan dalam mengambil keputusan,” katanya.

Ia mengatakan muatan dalam status ‘facebook’ yang berujung di ranah hukum ini, tidak ada muatan pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan pelapor.

Dengan demikian, pihaknya menilai pelaporan terhadap terdakwa merupakan perbuatan yang dzalim. “Kami akan membuktikannya di pengadilan nanti, dengan menghadirkan saksi-saksi teman kerja, apa benar Ervani seperti yang dituduhkan,” katanya.

http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/12/facebook-berujung-penjara-berurusan-dengan-hukum-dan-dipenjara-ervani-sempat-histeris-551377
http://www.radarjogja.co.id/blog/2014/11/12/50-orang-jamin-untuk-penangguhan-ervani/
http://www.tribunnews.com/regional/2014/11/11/status-fb-berujung-pengadilan-tangis-ervani-pecah-di-persidangan
http://news.liputan6.com/read/2132384/terdakwa-status-facebook-ervani-saya-nggak-nyangka-jadi-tahanan

Comments

You may also like...

Leave a Reply