Antara Manfaat Madu dan Gagal Ginjal


Untuk belanja madu murni, madu herbal, dan obat-obatan herbal alami lainnya,
silahkan klik http://berkhasiat.web.id/jualan/

Sebelum Anda melanjutkan membaca lebih jauh tentang manfaat madu dan penyakit gagal ginjal, ada baiknya membaca hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjelaskan tentang penyakit dan obatnya dalam beberapa haditsnya. Beberapa diantaranya:

1. Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أَصَابَ الدَّوَاءُ الدَّاءَ، بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)

2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ مِنْ دَاءٍ إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya tentang penyakit dan berobat, yang mana intinya adalah setiap penyakit pastilah memiliki obat, kecuali penyakit tua dan kita dilarang untuk berobat dengan yang haram yang berarti akan ada pengobatan-pengobatan yang menggunakan cara atau bahan-bahan yang haram.

Pertama, kita harus meyakini dulu hal ini, sebagai bukti keimanan kita bagi yang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Diantara konsekuensi syahadat Laa ilaha illallah: yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala macam yang dipertuhankan dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, dan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah: yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid’ah dan muhdatsat (baru dalam perkara agama), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang.

Kenapa harus dimulai dengan hadits ini? Agar pembaca membuat jauh-jauh doktrinnya orang-orang yang tidak beriman dan doktrinnya orang bodoh yang mengatakan “penyakit xxx tidak ada obatnya”, “penyakit xxx tidak bisa disembuhkan”, dsb hanya karena mereka tidak tahu bukan berarti tidak ada kan? Sedangkan Allah تالى Maha Mengetahui, dan disampaikan oleh lisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terpercaya.

Beberapa dari Anda mungkin membaca halaman ini karena hendak mencari obat ginjal, baik gagal ginjal maupun batu ginjal, herbal untuk ginjal, atau penyembuhan penyakit ginjal.

Pertanyaannya sekarang, bisakah kita menggunakan madu untuk mengobati gagal ginjal?

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl:69)

Hasil penelitian tentang manfaat madu untuk ginjal

madu dan gagal ginjal, apa khasiatnya?

Madu Berefek Protektif Terhadap Infiltrasi Sel Radang dan Perdarahan Ginjal Akibat Induksi Aspirin dengan kesimpulan hasil penelitian bahwa: Madu yang diberikan secara oral dapat mencegah perdarahan dan infiltrasi sel radang ginjal tikus putih yang diinduksi aspirin dengan dosis toksik, madu dengan dosis 2 cc dan 3 cc yang diberikan secara oral lebih efektif dalam mencegah kerusakan ginjal tikus putih dibandingkan dengan madu dosis 1 cc.[1]

EFEK PROTEKTIF MADU TERHADAP GINJAL TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ETANOL dengan kesimpulan hasil penelitian bahwa: Madu memiliki efek protektif terhadap kerusakan tubulus proksimal tikus putih jantan dewasa (Rattus norvegicus) galur Sprague Dawley yang diinduksi etanol dan peningkatan dosis madu dapat meningkatkan efek protektif terhadapnya. [2]

Hasil penelitian Halawa, et al. (2009) yang menyimpulkan bahwa madu dapat memodulasi kerusakan sel hati dan ginjal tikus yang diinduksi timbal. Oleh karena itu, seperti paliasa, madu juga diasumsikan mampu mencegah kerusakan hati. [3]

PENGARUH PROTEKTIF PEMBERIAN MADU PERSONDE TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI METANOL
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian madu personde dengan dosis 1ml/hari, 2ml/hari, dan 3ml/hari terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus wistar yang telah diinduksi metanol. Pada kelompok kontrol negatif tidak terdapat perubahan gambaran histopatologi, sedangkan pada kelompok kontrol positif terdapat perubahan histopatologis yang sangat signifikan.

Dosis pemberian madu berpengaruh terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal yang diinduksi metanol. Hal ini ditunjukkan semakin tinggi pemberian dosis madu maka skor presentasi kerusakan sel ginjal yang diinduksi metanol semakin menurun. [4]

Tidak perlu Cuci Darah dengan Propolis

Laporan dari Trubus tentang khasiat propolis dalam menyembuhkan penyakit gagal ginjal.[5]

Propolis merupakan produk yang dihasilkan lebah Apis cerana dan Apis mellifera. Jika madu terdapat di dalam sarang heksagonal; propolis di luar sarang. Menurut Ir Hotnida CH Siregar MSi, ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor, lebah pekerja mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan kulit beragam tumbuhan.

Acara liburan kelulusan sekolah di Bali pun riuh, guru dan teman-teman yang tengah asik bermain panik. Mereka membawa Adhitya yang saat itu berusia 16 tahun ke rumahsakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan fungsi ginjal Adhitya positif turun. Di tubuhnya terdeteksi penumpukan sisa metabolisme protein dan kekurangan elektrolit. Itulah sebabnya dokter memberi suntikan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Kondisi kesehatan yang tidak bagus memaksa Adhitya mengakhiri liburannya lebih cepat dan pulang ke Surabaya, Jawa Timur. Wiwik Sudarwati MPd, ibunda Adhitya, tidak percaya jika ginjal anaknya bermasalah. “Waktu berangkat ke Bali, Adhitya masih segar bugar. Tetapi kok tiba-tiba sakit,” kata ibu 3 anak itu. Oleh karena itu Wiwik kembali membawa Adhitya ke Rumahsakit Sint Vincentius a Paulo (sohor dengan nama RKZ atau Roomsch Katholiek Ziekenhuis), Surabaya. Hasil diagnosis dokter sama saja: bungsu tiga bersaudara itu mengalami gangguan fungsi ginjal.

Sejak itu Adhitya rutin mengkonsumsi obat-obatan dan mengecek kesehatan sebulan sekali. Beraktivitas berat pun terlarang. Menu makanannya juga diatur. Adhitya menghindari konsumsi makanan berprotein tinggi. Tujuannya supaya ginjal tidak bekerja terlalu berat dalam membuang sisa-sisa metabolisme protein. “Adhitya hanya boleh mengkonsumsi protein 40 g sehari,” kata Wiwik.

Cuci darah

Hampir 3 tahun Adhitya hidup di bawah pengawasan dokter. Selama itu ia tidak mengalami keluhan sakit. Namun, menjelang pelulusan SMA, kesehatan pria yang kini berusia 22 tahun itu drop. Saat itu ia mengikuti banyak kegiatan bimbingan belajar sehingga sering pulang malam dan pola makanan pun tidak terkontrol. Akibatnya, Adhitya kembali menginap di rumah sakit.

Dokter mendiagnosis positif gagal ginjal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kreatinin dalam darah tinggi mencapai 12 mg/dl, kadar normal 0,6—1,2 mg/dl. Solusinya cuci darah 2 kali sepekan. Saat ini biaya sekali cuci darah berkisar Rp800.000. Namun, keluarga memutuskan Adhitya untuk mengkonsumsi obat-obatan. Pilihan itu ternyata berisiko tinggi.

Buktinya berselang 2 hari setelah menolak saran dokter, Adhitya kembali menjalani pemeriksaan darah. Hasilnya, kadar kreatinin semakin melonjak, 15 mg/dl . Dokter mengingatkan lagi untuk segera cuci darah. Bila dibiarkan, kreatinin akan meracuni organ tubuh lain. Dokter juga memberikan opsi lain, yaitu transplantasi ginjal. Salah satu dari orangtua Adhitya harus rela menyumbangkan ginjal kepada sang anak. “Biayanya mencapai Rp400-juta,” ujar Wiwik.

Menurut dr Sidi Aritjahja, dokter di Yogyakarta, gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal menyaring dan mengeluarkan zat-zat racun, seperti kreatinin, dari tubuh sehingga menumpuk dalam darah. Kadar kreatinin tinggi menandakan organ yang mirip seperti biji kacang merah itu gagal bekerja. Kondisi itu berbahaya karena bisa meracuni organ tubuh lain. Oleh sebab itulah penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah.

Kali ini, Adhitya manut terhadap saran dokter. Ia dirawat-inap dan melakukan cuci darah rutin 2 kali sepekan. Setelah 18 hari menginap di rumahsakit, dokter mengizinkan Adhitya pulang. Namun, setiap 5 hari sekali ia harus kembali untuk cuci darah. Selain itu ia juga harus tetap menjaga menu makanan supaya pencernaannya tidak memberatkan kerja ginjal.

Propolis

Pada pertengahan 2007, Wiwik bertemu salah satu rekannya, Baktiono. Ketika itulah Baktiono menyarankan kepada Wiwik agar memberikan propolis untuk mengobati Adhitya. Menurut Baktiono konsumsi propolis bagus untuk meringankan beragam penyakit. Propolis merupakan produk yang dihasilkan lebah Apis cerana dan Apis mellifera. Jika madu terdapat di dalam sarang heksagonal; propolis di luar sarang. Menurut Ir Hotnida CH Siregar MSi, ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor, lebah pekerja mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan kulit beragam tumbuhan.

Tertarik dengan saran itu, Wiwik lantas membeli 1 botol propolis. Ia kemudian menyuruh Adhitya mengkonsumsinya 3 kali sehari sebelum makan. Dosis sekali minum 1 sendok makan propolis yang dicampurkan dalam 50 cc air. S atu setengah bulan rutin mengkonsumsi propolis, Adhitya melakukan cek darah. Hasilnya positif, kadar kreatin turun di bawah 10 mg/dl. Menurut dokter yang memeriksa kadar kreatin di bawah 10 mg/dl tidak perlu cuci darah.

Hasil itu merupakan kabar gembira bagi Adhitya dan keluarga. Bahkan setahun rutin mengkonsumsi propolis, ia pun tak pernah lagi diwajibkan untuk cuci darah. Pemeriksaan laboratorium terakhir, pada pertengahan 2008, menunjukkan kadar kreatin turun menjadi 4 mg/dl. Sejak itu Adhitya rutin mengkonsumsi propolis sampai sekarang. Selain tak perlu cuci darah, konsumsi propolis juga meningkatkan stamina. Dulu Adhitya sering lemas dan cepat capai. Sekarang kondisinya lebih energik dan fit. Mahasiswa di Universitas Bhayangkara itu pun leluasa beraktivitas sehari-hari. “Dulu ke mana-mana harus diantar, sekarang sudah bisa pergi sendiri,” kata Wiwik.

Dengan rutin mengkonsumsi propolis, Adhitya kini terbebas dari cuci darah. Menurut Liu CF, periset di National Taipei College of Nursing, antioksidan propolis mampu melindungi ginjal dari kerusakan parah. Khasiat itu dibuktikan Liu secara in vivo pada hewan percobaan. Ia menguji 2 kelompok tikus yang menderita gagal ginjal akut. Satu kelompok diberi propolis; kelompok lain, tanpa propolis.

Sejam setelah pemberian propolis, Liu lalu mengamati tingkat kerusakan ginjal tikus. Hasilnya, kerusakan ginjal kelompok yang tidak mengkonsumsi propolis lebih parah ketimbang kelompok yang mendapatkan asupan propolis. Itu ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA) dalam ginjal tikus. Kadar malondialdehid tinggi mengindikasikan terjadinya stres oksidatif yang bisa memicu kerusakan ginjal.

Menurut Prof Dr Mustofa Mkes Apt, periset di Bagian Farmakologi & Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sifat antioksidan pada propolis lantaran mengandung senyawa flavonoid dan polifenol. Senyawa aktif itu melindungi tubuh dari gempuran radikal bebas penyebab kerusakan sel. Dengan terlindungnya ginjal dari kerusakan parah maka proses regenerasi sel pun bisa lebih mudah berjalan. Adhitya Tri Wardhana merasakan manfaat itu. Ia terbebas dari cuci darah sejak rutin mengkonsumsi propolis. (Ari Chaidir/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Propolis dipanen dari sarang lebah Rosy Nur Apriyanti

Khasiat antioksidan propolis melindungi ginjal dari kerusakan parah Ari Chaidir

[1] Madu Berefek Protektif Terhadap Infiltrasi Sel Radang dan Perdarahan Ginjal Akibat Induksi Aspirin

[2] EFEK PROTEKTIF MADU TERHADAP GINJAL TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI ETANOL

[3] http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/1167/PROPOSAL%20ALIYAH.pdf?sequence=1

[4] http://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2420?show=full

[5] Stop Cuci Darah : Trubus Online

Demikian manfaat madu bagi Gagal Ginjal. Di sini tidak menyediakan obat gagal ginjal alami seperti yang mungkin Anda harapkan, tapi artikel ini akan sedikit membuka wawasan Anda tentang penyakit gagal ginjal dan apa yang bisa dilakukan madu atau produk lebah lainnya terhadap penyakit gagal ginjal.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli herbal yang mengerti tentang pengobatan tradisional seperti Klinik Lugu Alami atau yang sejenisnya.

Semoga Allah تالى menyembuhkan penyakit gagal ginjal Anda atau keluarga/teman/tetangga Anda.

Comments

You may also like...

Leave a Reply